Ponaryo Astaman selaku General Manager Asosiasi Pesepak Bola Profesional Indonesia mengkritik jalannya Liga 1 berbarengan dengan ajang Piala AFF 2018. Ia melafalkan bahwa situasi tersebut memberi pengaruh untuk Timnas Indonesia yang berusaha di ajang tersebut.

Sepanjang sejarah digelarnya Piala AFF, terdaftar dua kali Liga 1 berlangsung berbarengan dengan ajang tersebut. Yakni pada 2016 kemudian dan sekarang. Pada edisi 2014 kemudian ada aturan pemain diberi batas untuk memperkuat Timnas Indonesia. Sementara pada 2012 kemudian masih terjadi dualisme persaingan di tanah air.

“Itu kendala. Liga berlangsung dengan Timnas bertanding pasti tantangan besar. Itu tantangan di mana juga pemain datang dalam suasana lelah jasmani dan psikis,” kata Ponaryo Astaman saat didatangi di area Kebun Sirih Jakarta Pusat, Selasa (18/11/2018).

Di sisi beda ia pun mengakui bahwa Timnas Indonesia bermain di luar asa publik dalam ajang Piala AFF 2018. Menurutnya Pelatih Merah Putih, Bima Sakti pun mempunyai masa-masa yang terbatas guna mempersiapkan timnya.

“Walaupun pemainnya sama dengan masa-masa singkat pelatih bertolak belakang harus tetap terdapat adaptasi yang dilakukan. Faktor ini yang memprovokasi performa timnas anda di Piala AFF,” tukasnya untuk prediksi liga indonesia.

Timnas Indonesia ketika ini tengah sedang di peringkat keempat klasemen sedangkan grup B Piala AFF 2018 dengan mengantongi 3 tiga poin. Dari tiga pertandingan yang sudah dimainkan, Evan Dimas dkk menelan dua kekalahan dan satu kemenangan.

APPI: Bentrok Kompetisi Dengan AFF Bikin Susah Pemain

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *